peringatan penerbangan meningkatkan di Indonesia setelah gunung api Sumatra memancarkan awan abu

Indonesia pada hari Senin meningkatkan peringatan penerbangan di sekitar gunung berapi Gunung Sinabung di pulau Sumatra sampai tingkat tertinggi setelah mengirimkan abu yang menjulang tinggi lebih dari 7 kilometer ke udara, letusan terbesarnya tahun ini.
Daerah sekitar kawah gunung berapi, yang terletak sekitar 1.900 km (1.181 mil) barat laut ibukota, Jakarta, telah terlarang selama beberapa tahun karena aktivitas vulkanik yang sering terjadi.

Pusat Penasihat Abu Vulkanologi Biro Meteorologi (VACC), di kota Darwin, Australia utara, mengeluarkan peta pada hari Senin yang menunjukkan awan abu mengarah ke tiga arah dari Sinabung, ke utara, barat laut dan tenggara.

Indonesia juga mengupgrade Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) menjadi merah, peringatan tertinggi, dan mengatakan puncak awan abu mencapai 23.872 kaki (7.276 meter), menurut seorang pengamat tanah.

Sinabung berjarak sekitar 75 km barat daya Bandara Internasional Kualanamu di Medan.

Isnin Istianto, kepala otoritas bandara regional, mengatakan bandara Kutacane di provinsi Aceh telah ditutup, namun arah angin memungkinkan bandara Kualanamu, Meulaboh dan Silangit untuk tetap terbuka.

Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Indonesia, mengatakan letusan tersebut dimulai pada Senin pagi, disertai beberapa gempa bumi dan menghujani desa-desa sekitar dengan batu-batu kecil.

“Di lima kabupaten itu menjadi gelap dengan jarak pandang sekitar 5 meter,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Tidak ada korban yang dilaporkan. Badan tersebut mendesak masyarakat agar tidak keluar dari zona eksklusi 7 mil (4 mil) di sekitar kawah, dan mengawasi peringatan lebih lanjut, yang dapat mencakup banjir.

Gunung berapi setinggi 2.460 meter (8,071 kaki kaki) adalah yang paling aktif di Indonesia. Saat Sinabung meletus pada tahun 2014, lebih dari selusin orang terbunuh dan ribuan lainnya dievakuasi. Sebelum beberapa saat terakhir, letusan terakhir yang diketahui terjadi empat abad yang lalu.