Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Perahu Kertas

Ditulis oleh: -
Contoh Unsur Intrinsik Novel Perahu Kertas ~ Sebelum kita mengupas unsur Intrinsik pada novel Perahu Kertas, ada baiknya kita mengenal apa itu Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dan seberapa besar pentingnya unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada sebuah Novel
Unsur Intrinsik Novel
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada novel, cerpen, hikayat atau cerita rakyat lainnya adalah hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan seorang penulis novel. Sebab jika unsur tersebut dikemas dengan baik, maka pembaca akan larut dalam cerita tanpa merasakan sebuah kejanggalan.

Pengertian Unsur Intrinsik
Secara sederhana, apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik adalah hal-hal yang keberadaanya wajib di dalam sebuah novel. Unsur Intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra termasuk di dalam novel. Jika ekstrinsik lebih kepada opsional, maka unsur intrinsik novel tak boleh luput jika tidak maka tulisan tersebut tak layak disebut novel. Unsur intrinsik ini mencakup beberapa hal. Semua hal tersebut kemudian akan membentuk kesatuan cerita yang utuh. Apa saja hal yang dimaksud?

Pertama: Tema Cerita

Tema dalam sebuah cerita merupakan hal yang fundamental atau  wajib. Dengan adanya tema cerita yang jelas, maka penulis akan terhindari dari unsur-unsur yang tak perlu. Ada beragam tema yang bisa dipilih jika hendak menulis novel, misalnya saja tema percintaan, keluarga, pendidikan serta ada juga gabungan antara beberapa tema seperti percintaan dan pendidikan dan lain-lain.

Kedua: Penokohan.

Hal lain yang tercakup dalam unsur intrinsik novel adalah tokoh. Penulis yang baik mampu menghidupkan cerita melalui watak dan karakter tokohnya. Bahkan tak jarang, tema yang diangkat klise namun penokohan yang cerdas mampu meniup kesegaran dalam novel. Karena itu, keterampilan mengolah tokoh mutlak dimiliki mereka yang disebut penulis.

Ketiga: Sudut Pandang atau Point of View.
Unsur intrinsik novel yang satu ini juga tak kalah pentingnya. Dengan sudut pandang yang jelas, penulis juga bisa membuat ceritanya tak biasa dan menarik untuk disimak. Ada beragam gaya penulisan sudut pandang, antara lain:
  1. Narator yang serba tahu. Ini merupakan gaya penulisan dimana seseorang seolah bercerita pada pembaca. Ia mengetahui segala sesuatu dalam novel tersebut bahkan bisa mengomentarinya satu per satu. Tak jarang juga, dengan gaya ini, penulis bisa berkomunikasi secara langsung dengan pembacanya. Sebab gaya ini memungkinkan cara bercerita yang lebih lentur.
  2. Narator yang cenderung objektif. Pada gaya yang satu ini, penulis tidak mengomentari hal-hal di dalam novel. Dengan demikian, pembaca novel hanya disuguhi hasil padangan mata sehingga mereka akan merasa sedang menyaksikan sebuah pementasan drama.
  3. Narator yang aktif. Gaya yang satu ini biasanya menggunakan aktor yang terlibat dalam sebuah cerita. Biasanya yang dipilih adalah sang tokoh sentral. Gaya yang satu ini terlihat jelas dari penggunaan kata gantu “aku” juga “kamu”.
  4. Narator yang bertindak sebagai peninjau. Gaya yang satu ini menggunakan satu tokoh dalam cerita untuk mengemukakan semua hal yang terjadi dalam sebuah kisah. Ia bisa bercerita apapun, termasuk perasaan dan juga pendapatnya sendiri terhadap sesuatu. Sedangkan tokoh lainnya hanya membekali pembaca dengan apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka rasa.
Keempat: Alur Cerita.

Alur menempati poisis yang penting dalam sebuah cerita. Tanpa alur maka bisa dipastikan sebuah kisah akan gagal merunut waktu. Pembaca tentu akan gagal menyukai novel. Sebab alur yang berantakan akan membuat kisa susah memahami sebuah cerita. Ada banyak jenis alur, bisa berupa alur mundur, alur ke depan atau alur zig-zag atau alur maju-mundur.

Kelima: Latar Cerita.

Latar juga merupakan salah satu hal yang tak boleh luput dari penulisan novel. Dengan latar cerita yang baik, pembaca akan mudah dibuat jatuh hati pada novel. Latar merupakan tempat dimana sebuah potongan cerita berlangsung. Ia bisa dijelaskan secara langsung ataukan melalui dialog para tokohnya.

Keenam: Amanat Dalam Novel

Unsur intrinsik novel lainnya adalah amanat. Ia mencakup pesan yang disampaikan novel tersebut. Sebagai sebuah karya yang baik, novel harus bisa merubah sudut pandang pembacanya menjadi lebih positif. Pesan tersebut bisa disampaikan secara langsung atapun tersirat dari apa yang dialami para tokoh dalam kisah tersebut.

Nah sudah mengerti bukan apa itu unsur Intrinsik dan unsur Ekstrinsik pada sebuah novel? Baiklah untuk melengkapi penjelasan di atas dibawah ini akan kami berikan contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada Novel berjudul Perahu Kertas karya Dewi Lestari (Dee)
Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Perahu Kertas
Perahu Kertas
A. Sinopsis:
Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.

Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.

Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.

Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel
Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.

Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.

A.     UNSUR INTRINSIK NOVEL
  1. Tema: Persahabatan
  2. Alur: Maju mundur
  3. Sudut Pandang: Orang ketiga tunggal. 
  4. Latar
    1. Tempat: Jakarta, jalan-jalan desa dekat stasiun tempat berhentinya kereta, warung
    2. Suasana: gerimis hujan yang membasahi tanah yang gersang
    3. Waktu: pagi, sing, malam.5.Tokoh & Penokohan
      1. Keenan      : sebagai anak Keenan memilki watak pasrah pada keputusan orang tuanya, jujur, penyayang, dingin dan cuek.
      2. Kugy          : mandiri, penyayang, setia, pengkhayal, dan berantakan serta pengertian.
      3. Wanda      : manja, sebagai anak orang kaya Wanda juga seorang kurator, dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan termasuk membohongi Keenan.
      4. Joshua       :  cerewet
      5. Jeroen       :  polos
      6. Noni          :  perhatian kepada sahabatnya, pencemburu.
      7. Eko                        :  lucu, periang serta penyayang.
      8. Luhde        :  pemalu, penyayang, tenang dan kalem.
      9. Remi          :  romantis, ramah dan hangat pada semua orang
      10.  Adri          : bersifat keras dan tegas
      11.  Lena         : lebih fleksibel dan ramah.
      12. Wayan      : humoris dan berjiwa seni tinggi.
      6.Gaya Bahasa: Bahasa yang digunakan dalam novel ini , adalah gaya bahasa yang mengikuti perkembangan zaman sekarang(modern) dan sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang sehingga novelnya dapat dengan mudah dimengerti.
­7. Amanat           : Terkadang tidak semua mimpi kita bisa kita raih begitu saja. Banyak pengorbanan yang harus dilakukan dan salah satunya adalah menjadi apa yang bukan diri kita inginkan, seperti halnya Kugy.

B.     UNSUR EKSTRINSIK NOVEL
Tentang Penulis
Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Novel Perahu Kertas ini sudah lebih dulu dilansir dalam versi digital (WAP) pada April 2008, dan kini diterbitkan atas kerja sama antara Truedee Books dan Bentang Pustaka. Naskah yang awalnya ditulis pada 1996 dan sempat ‘mati suri’ selama 11 tahun ini akhirnya ditulis ulang oleh Dee pada akhir 2007, menjadikan Perahu Kertas sebagai novel pertamanya yang bergenre populer. Perahu Kertas adalah karya Dee yang keenam sesudah Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, Supernova: Akar, Supernova: Petir, Filosofi Kopi, dan Rectooverso.

Advertisement

Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Perahu Kertas
Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Perahu Kertas ditulis Oleh Blogger Update pada 2013-11-30T19:00:00+07:00 dengan rating 5 oleh 450 voters on Berita Terbaru Terpopuler 2014.